top of page

Global Strategy for Diagnosis, Management and Prevention of COPD

PATHOS Study :
Kombinasi l  (budesonide/formoterol) lebih efektif dibandingkan dengan fluticasone/salmeterol dalam mencegah eksaserbasi pada PPOK.

Kejadian Pneumonia lebih tinggi pada pasien yang diobati dengan fluticasone/salmeterol dibandingkan dengan budesonide/formoterol (peningkatan risiko sebesar 73% pada fluticasone/salmeterol)

Kematian yg terkait dengan Pneumonia lebih tinggi pada fluticasoe/salmeterol dibandingkan dengan budesonide/formoterol peningkatan risiko sebesar 76% pada fluticasone/ salmeterol

Perawatan di rumah sakit karena Pneumonia lebih tinggi pada pasien yang diobati dengan fluticasone/salmeterol dibandingkan dengan budesonide/formoterol (peningkatan risiko sebesar 74% pada fluticasone/salmeterol)

Dalam studi retrospektif matched cohort, bservasional

pasien PPOK yang diobati dengan fluticasone/salmeterol secara bermakna lebih mungkin untuk mengalami pneumonia dan memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi yang berhubungan dengan pneumonia dibandingkan pasien yang diobati dengan  budesonide/formoterol

Temuan kami menunjukkan TIDAK ADA HUBUNGANNYA antara DOSIS-RESPON dengan MENINGKATNYA RISIKO PNEUMONIA dari KEDUA OBAT tersebut jadi MENINGKATNYA RISIKO PNEUMONIA DIKAITKAN dengan PILIHAN ICS / LABA dan BUKAN DOSIS OBAT yang di berikan kepada pasien

Ada perbedaan antar kelas (intra-class) kombinasi tetap ICS + LABA yang berkaitan dengan risiko pneumonia dan kejadian yang terkait dengan pneumonia pada pengobatan pasien PPOK.

Budesonide yang ada didalam budesonide/formoterol tidak meningkatkan risiko pneumonia pada pasien PPOK selama waktu pengobatan oleh karena itu aman untuk penggunaan klinis pada pasien PPOK
 

© 2014 Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease

bottom of page